Respirator

23/04/2009

Respirator

Konsep pernafasan buatan telah dimulai sejak jaman prasejarah. Dalam kitab injil disebutkan bagaimana manusia diciptakan dan kemudian teknik pernafasan buatan dari mulut ke mulut telah dipakai oleh Elisha untuk menghidupkan anaknya Shunammite.

Pada tahun 1543 Andreas Vesalius menyatakan bahwa babi dapat dipertahankan hidup dengan intubasi trakea dari mengembangkan paru secara ritmis dengan memberi tekanan positif. Pada akhir abab 19 O, Dwyer dan Fell menggunakan bellow yang dijalankan dengan kaki untuk memasukkan udara keparu melalui masker atau kanula trakeosatomi. Body Tank Respirator ditemukan oleh Alfred Jones pada tahun 1864, penggunaan praktis dari Tank Respirator pada poliomyelitis dilakukan oleh Phillip Drinker cs, di Boston tahun 1929.

Crafoord dari swedia memperkenalkan Spiropulsator pada tahun 1934, merupakan cikal bakal Respirator komersial yang dibuat oleh Aga Co, pada tahun 1940. Pada waktu epidemi polio di swedia tahun 1952, Gunnar Engstrom memperkenalkan dasar baru dan membuat Respirator yang memberikan volume yang tetap yang telah ditentukan terlebih dahulu. Sejak itu terjadi perkembangan pesat desain dari Respirator , cara ( mode ) ventilasi dan teknik monitoring . Sejalan dengan perkembangan tersebut makin diketahui pula bahwa ventilasi mekanis ternyata membawa akibat – akibat yang serius, beberapa yang merugikan adalah : barotauma, gangguan distribusi oksigen, keracunan oksigen, infeksi , gangguan sirkulasi dan banyak yang lainnya. Oleh karena itu pengawasan pasien dan maintanance serta kalibrasi dari Respirator sangat mutlak dilakukan.

2.7.1 Prinsip Respirator

Bagan prinsip dari respirator sebagai berikut, O2 dan udara ( air ) biasanya sentral masuk ke mesin kemudian dimixer sesuai konsentrasi yang ditentukan dan diatur oleh device kontrol sebagai bentuk pola inspirasi selanjutnya diteruskan ke bagian humadifier untuk mendapat perlakuan kelembaban sehingga udara yang masuk sesuai dengan suhu pasien. Setelah mengalami proses metabolisme dan pernafasan pada pasien, maka akan dikeluarkan sebagai bentuk pola ekspirasi diteruskan ke bagian ekspirasi yang berisi filter sebelum dikeluarkan ke udara bebas . Semua proses dan monitoring dari input berbagai sensor diatur dan diterjemahkan oleh bagian Device Control sesuai setting pengaturan dan kondisi pasien.


Mode Nafas

Fase nafas pada suatu siklus pernafasan normal. Kurva siklus pernafasannya sebagai berikut :

Pernafasan pada kurva airway pressure yang telah diilustrasikan disini juga memerlukan suatu siklus pernafasan . Satu siklus pernafasan dapat dibagi menjadi fase inspirasi dan ekspirasi. Dan bila kedua fase tersebut dibandingkan maka akan didapat I : E ratio dari pernafasan. Akhir fase inspirasi diakhiri dengan plateu. Fase plateu adalah suatu waktu dimana pasien tidak lagi bisa mendapatkan lebih banyak lagi tetapi juga belum melaksanakan fase ekspirasi.

IPPV

(Intermitten Positif Pressure Ventilasi atau disebut juga Ventilasi kontrol)

Ventilasi terkontrol adalah suatu keadaan dimana seluruh pernafasan dikontrol oleh mesin. Dalam proses ini seluruh variable pernafasan seperti menit volume dan pressure ratio yang diberikan kepada pasien adalah dibawah kondisi terkontrol.

IPPV – ASSIST ( IPPV Assisted Ventilation )

Bila menggunakan ventilasi assist, maka penyesuaian yang lebih baik terhadap ratio ventilasi pasien oleh mesin dapat dilakukan dengan Trigger Fasility. Hal lain dalam bentuk ventilasi ini adalah hampir sama dengan IPPV

CPPV Continous Positive Pressure Ventilation (IPPV + PEEP)

Ventilasi terkontrol dengan tekanan positif pada akhir pernafasan, tekanan positif disini diberikan diatas tekanan atmosphire

CPAP Continous Positif Airway Pressure

Pada jenis ini pada saat ekspirasi tekanan positif tetap diberikan pada saat ekspirasi

IMV Intermitten Mandatory Ventilation

IMV adalah jenis ventilation yang mengkombinasikan jenis ventilasi terkontrol dengan pernafasan spontan. Pada ventilasi IMV waktu untuk ekspirasi lebih panjang untuk memberikan kesempatan pasien bernafas spontan.

SIMV (Syncronical Intermitten Mandatory Ventilation)

( IMV dengan Trigger Window ) untuk memberikan pernafasan oleh mesin dengan pasien. Pada SIMV terdapat trigger window yang akan memberikan kesempatan pada pasien untuk memberikan trigger kepada mesin untuk mensinkronkan mesin dengan pasien.

ASB Assisted Spontan Breathting

Bila pasien bernapas spontan terlalu lemah dapat dibantu dengan jenis ASB ini. ASB adalah spontan breathting dengan support mesin dimana bila pasien bernafas, maka akan memberikan support pernafasan sebesar yang telah diset pada mesin.

2.7.3 Cara Kerja Respirator

Respirator dipertimbangkan digunakan bila fungsi paru untuk melaksakan pembebasan Co2 atau pengambilan O2 dari atmosfir tidak cukup. Berdasarkan cara kerjanya maka Respirator dapat dibagi menjadi 3 yakni :

· Volume orientasi

Pada volume orientasi, Respirator berusaha untuk mengontrol volume, sehingga perubahan yang terjadi pada volume tidal akan menjadi seminimal mungkin dengan mengubah tahanan udara (air flow resistant ) atau compliance paru. Dalam hal ini ada 2 cara yang digunakan yakni volume cycled atau time cycled ventilator.

· Kemampuan tekanan ( pressure capabality )

Kebanyakan dari pasien dapat bernafas adekuat pada tekanan puncak ( peak Pressure ) kurang dari 60 cmH2O, akan tetapi kadang – kadang dapat sampai 100 cmH2O.

· Kemampuan aliran ( flow capabality )

Dengan aliran puncak ( peak Flow ) 10 –120 L/ menit biasanya sudah cukup untuk mendapatkan volume tidal antara 200 – 500 cc.

Sistem pengontrolan Oksigen

Setiap Respirator disesuaikan dengan kadar oksigen inspirasi antara 21 – 100 %

Bentuk – Bentuk Respirator

· Respirator tekanan negatif

Pasien dimasukan dalam ruangan yang bertekanan negatif dan diberikan tekanan intermitten ( sebentar – sebentar ) dalam ruangan ini. Cara ini sudah tidak dipergunakan lagi dalam ilmu kedokteran.

· Respirator bertekanan positif

Tekanan postif dialirkan ke dalam saluran pernafasan . Ada tiga macam Respirator dengan tekanan positif :

1. Tipe siklus waktu ( time cycled )

Dimana aliran inspirasi gas diubah diubah menjadi inspiratory time, volume tidal diatur oleh aliran dan waktu inspirasi.

2. Tipe siklus tekanan ( Pressure Cycled )

Dimana udara mengalir ke dalam paru dengan tekanan yang tertentu dan kemudian titik waktu pengaliran udara ini akan terhenti setelah mencapai tekanan tertentu dan kemudian pasien mulai ekspirasi kembali.

3. Tipe siklus volume ( volume cycled )

Dimana semua Respirator yang dipakai adalah berdasarkan siklus volume, terutama pada pasien dewasa yang diatur oleh volume udara sampai dicapai tekanan tertentu.

Hal yang disetting pada Respirator

· Set Respirator

FiO2 diset dalam konsentrasi tertentu untuk mendapatkan oksigenasi yang tinggi.

· Volume tidal

Diset 8 – 10 ml / Kg BB .

· Kecepatan Pernafasan

Tergantung dari minute volume yang dikehendaki atau tergantung dari jenis ventilasinya.

2.7.4 Parameter–parameter yang perlu dikalibrasi

Parameter – parameter dasar yang menentukan cara kerja suatu ventilator dapat disebutkan sebagai berikut :

· Breathing rate Rr ( frekuensi pernafasan )

· Tidal Volume

· I : E Ratio

· Oksigen terkontrol

· Inspiration flow

· Inspiration pressure

Breathting rate

Breathting rate atau lebih dikenal dengan Respiratory rate atau frekuensi pernafasan ditentukan oleh banyaknya siklus pernafasan dalam satu menit ( BPM breathting per menit ).

Tidal volume

Adalah banyaknya udara yang dibutuhkan oleh paru – paru dalam satu siklus pernafasan, satuan yang umum dipakai adalah mili liter.

I : E ratio

I : E Ratio adalah perbandingan antara waktu inspirasi dan waktu ekspirasi dalam satu siklus pernafasan. Pada umumnya waktu yang diperlukan untuk inspirasi lebih pendek daripada waktu ekspirasi.

Konsentrasi oksigen

Yang dimaksud konsentrasi oksigen adalah persentasi kandungan oksigen di dalam udara yang dihirup oleh pasien yang diberikan oleh respirator.

Inspirasi Flow

Yang dimaksud dengan imspiration flow adalah dengan kecepatan aliran udara yang diberikan kepada pasien oleh respirator pada saaat inspirasi. Satuan yang dipakai adalah liter / menit.

Inspiration pressure

Inspiration pressure adalah tekanan yang terjadi pada dinding gelembung paru – paru akibat pemberian ventilasi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: